Dadang Iskandar

Love U Forever

  • July 2008
    M T W T F S S
    « Jun   Aug »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Archives

  • Ads

  • Ads

Management in Practice

Posted by dadangiskandar on July 15, 2008

Praktek Manajemen

Prinsip manajemen yang efektif tak pernah berubah: manajer perlu mengetahui apa yang akan dikerjakan, belajar bagaimana mengerjakannya, dan kemudian — kerjakan! Ketiga langkah di atas pada awalnya dikemukakan oleh guru manajemen, Peter Drucker, dan yang terakhir adalah kerjakanlah, dan inilah yang menimbulkan berbagai masalah. Kenapa demikian?

“Mengerjakan” saja tidaklah cukup; anda harus beritikad untuk merubah pengetahuan-yakni “what” dan “how” – ke dalam kegiatan atau praktek sehingga berhasil.

Pada zaman sekarang tidak ada alasan lagi untuk tidak memiliki pengetahuan dan ‘know-how’ dalam mencapai hasil yang paling memungkinkan. Setiap aspek manajemen telah dikaji untuk menemukan tehnik-tehnik yang lebih baik yang mudah dikuasai, mudah diaplikasikan dan mudah untuk diajarkan dan dipelajari. Sebagai contoh komunikasi. Kita tahu pentingnya dan nilai dari komunikasi non-verbal dan kontibusinya ‘listening’ untuk keberhasilan berkomunikasi- mendengar perkataan orang lain, bukan perkataan anda sendiri.

Area lain adalah memahami bagaimana dan mengapa memotivasi orang itu penting sekali. Kita tahu bahwa keterlibatan dan delegasi adalah kunci dari motivasi. Contohnya, kita memahami bahwa cara terbaik untuk mengambil keputusan adalah melibatkan setiap orang yang dipengaruhi oleh keputusan tadi dalam proses pembuatan keputusan. Kita tahu juga bahwa implementasi yang efektif dari suatu keputusan tergantung pada kualitas delegasi dan teamwork tepat ‘down the line’. Kepemimpinan yang sukses ketika mendelegasikan dan me’manage’ team menuntut ‘trust’ di kedua belah pihak- dan peran memimpin dapat berbagi diantara anggota team. Disini ada sebuah thema tunggal mempersatukan semua area manajemen. Thema tersebut adalah ‘people’.

“A successful outcome is always dependent on getting the best from the men and women with whom you work.”  Begitu kata Robert Heller & Tim Hindle (2008;9-10)

Leave a Reply

 
%d bloggers like this: