Dadang Iskandar

Love U Forever

  • February 2010
    M T W T F S S
    « Dec   Mar »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
  • Archives

  • Ads

  • Ads

Manajemen Ritel

Posted by dadangiskandar on February 16, 2010

RUANG LINGKUP BISNIS RITEL

Tujuan Belajar

Setelah mempelajari bab ini, anda diharapkan dapat:

  1. Mengetahui tren alam industri ritel
  2. Memahami fungsi dan karakteristik dasar ritel
  3. Mengetahui peluang bisnis ritel di Indonesia
  4. Memahami proses keputusan manajemen ritel

Pendahuluan

Bisnis ritel atau eceran mengalami perkembangan cukup pesat, ditandai dengan semakin banyaknya bisnis ritel tradisional yang mulai membenahi diri menjadi bisnis ritel modern maupun munculnya bisnis ritel modern yang baru.

Perubahan dan perkembangan kondisi pasar juga menuntut peritel untk mengubah paradigm lama pengelolaan ritel tradisional menuju paradigm pengelolaan ritel modern. Pengelolaan ritel modern tentunya membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai terutama kebutuhan teknologi tinggi (high-tech).

Silakan lanjutkan mulai dengan kata Teknologi tinggi dikaitkan dengan ritel membangun sistem informasi canggih!!

Jelaskan Perusahaan Ritel terbesar di Amerika!

Bagaimana dengan Carrefour, apa itu hypermarket!

Bagaimana dengan PT Matahari Putra Prima!!

Format Bisnis Ritel

Kata ritel berasal dari bahasa Prancis, ritellier, yang berarti memotong atau memecah sesuatau. Usaha ritel atau eceran (retailing) dapat dipahami sebagai semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan penggunaan bisnis. Ritel juga merupakan perangkat dari aktiitras-aktivitas bisnis yang melakukan penambahan nilai terhadap produk-produk dan layanan penjualan kepada para konsumen untuk penggunaan atau konsumsi perseorangan maupun keluarga. Ritel juga melibatkan layanan jasa, seperti jasa layanan antar (delivery service) ke rumah-rumah. Tidak semua ritel dilakukan di dalam toko. Contoh ritel yang dilakukan di luar toko (non-store) antara lain penjualan album rekaman di Internet melalui situs www.cdnow.com, penjualan langsung (direct sales) kosmetik AVON, maupun penggunaan media lainnya seperti katalog atau daftar belanja.

Kegiatan yang dilakukan dalam bisnis ritel adalah menjual berbagai produk, jasa atau keduanya kepada konsumen untuk keperluan konsumsi pribadi maupun bersama. Para peritel berupaya memuaskan kebutuhan konsumen dengan mencari kesesuaian antara barang-barang yang dimilikinya dengan harga, tempat dan waktu yang diinginkan pelanggan. Ingat kiat sukses peritel!!!

Coba pikirkan bahwa ritel sebagai kegiatan terakhir dalam jalur distribusi yang menghubungkan produsen dan konsumen!!!

PRODUSEN —       PEDAGANG BESAR—- RITEL —-KONSUMEN AKHIR

SALURAN DISTRIBUSI:

Saluran tradisional, masing-masing pihak mempunyai tugas yang terpisah.

Saluran penjualan tradisional telah berubah menjadi saluran vertikal, dimana dalam beberapa jalur distribusi barang dagangan, produsen, pedagang besar dan peritel ditangani oleh perusahaan-perusahaan independen yang bukan merupakan anggota saluran distribusi. Saluran vertikal merupakan saluran distribusi yang melibatkan sekumpulan perusahaan anggota saluran. Biasanya mereka mengggunakan integrasi vertikal yang terdiri dari produsen, pedagang besar, dan peritel yang bertindak sebagai satu sistem yang terintegrasi.

Sistem pemasaran vertikal ini dapat didominasi oleh produsen, pedagang besar, atau peritel. Sistem ini muncul akibat adanya upaya anggota saluran yang lebih kuat untuk mengendalikan perilaku saluran dan menghilangkan konflik yang terjadi bila para anggota saluran independen mengejar tujuan mereka sendiri. Contoh, kebanyakan peritel besar di AS seperti Wal-Mart dan Home Depot maupun Makro di Indonesia melakukan dua aktivitas sekaligus, yaitu penjualan grosir dan ritel. Mereka membeli secara langsung dari produsen, mengirimkan barang-barang dagangan ke gudang untuk disimpan, dan kemudian mendisribusikan barang-barang tersebut ke toko-toko mereka.

Format Ritel Baru

Selama 20 tahun terakhir ini, telah banyak bermunculan format ritel-ritel baru. Konsumen saat ini dimungkinkan untuk membeli produk yang sama dari format ritel yang berbeda, hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya tidak mudah melakukan pengklasifikasian ritel, mengingat beberapa ritel dengan format yang berbeda ternyata menyediakan barang dengan jenis yang sama. Sebagai contoh, sebuah hypermarket menyediakan pula sejumlah produk fesyen (busana) maupun elektronik.

Di sisi lain terdapat beberapa tipe ritel baru yang dapat berdampingan dengan ritel tradisional. Ritel-ritel tersebut menawarkan keuntungan-keuntungan berbeda bagi konsumen sehingga konsumen menjadi tertarik untuk membeli pada ritel tersebut. Ritel sebelumnya hanya bertindak sebagai bisnis lokal yang dikelola dan dioperasikan oleh orang-orang yang menetap dalam komunitas yang sama dengan lokasi bisnis ritel. Namun saat ini fenomena tersebut sudah berubah. Berbagai ritel asing seperti Walt-Mart, Giant, dan Carrefour mulai menjadi perusahaan global yang mampu melakukan ekspansi pasar hingga ke berbagai negara di dunia.

Tren dalam Industri Ritel

Industri ritel berubah dengan sangat cepat. Beberapa dari perubahan-perubahan yang paling penting dibahas pada bagian ini, yaitu (1) perbedaan yang mendasar dan terus berkembang dalam format ritel, (2) meningkatnya konsentrasi industri, (3) globalisasi, dan (4) penggunaan berbagai cara untuk berinteraksi dengan konsumen.

Perbedaan yang Mendasar dan Terus Berkembagn dalam Format Ritel

Sejalan dengan munculnya beragam format ritel baru, saat ini konsumen dapat membeli barang yabng sama dari sejumlah ritel berbeda. Contohnya hypermarket yang menekan keberadaan supermarket dalam format ritel barang dagangan kategori makanan di Indonesia. Masing-masing format ritel menargetkan segmen pasar yang berbeda dan yang menggambarkan tren atau kecenderungan terhadap keanekaragaman barang dagangan yang semakin meningkat. Supermarket (dengan luas area antara 1.500-3.000 meter persegi) dapat dikategorikan sebagai format utama sedang format lain yang lebih kecil adalah minimarket seperti Alfa Minimarket. Ritel jenis ini biasanya berupa toko yang lebih kecil yang dibangun di lokasi pinggiran kota. Tiap jenis ritel menawarkan manfaat yang berbeda, sehingga para konsumen bisa berlangganan pada ritel yang berbeda untuk pembelian dan kebutuhan yang berbeda.

One Response to “Manajemen Ritel”

  1. muhamad yusup said

    mantap, pak. oiah saya mau bertanya dong. ada g sih pedagang ritel yg seluruh aktivitasnya tu bergantung kepada internet, dari mulai distribusi, promosi, dan penjualan misalnya?
    terimakasih bnyak.

Leave a Reply

 
%d bloggers like this: